Tanda-tanda Akhir Zaman

Posted by Ding Muhammad | Tuesday, November 09, 2010 |

Hujan Salju Di Pasang Pasir

Sebagaimana diberitakan oleh TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI bahwa :

Pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka!!! yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya. Tepatnya di darah Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi) ketebalan salju mencapai 20 cm, dan di Yordania suhu mencapi titik beku (0 derajat celcius). Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yang notabenenya gurus pasir panas, turunnya salju ini telah sering terjadi, tetapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan secara luas.

Ada apa gerangan dengan terjadinya fenomena alam tersebut?....

Jauh-jauh hari sebelum terjadinya turun salju di Arab Saudi dewasa ini sebagaimana diberitakan di atas, para ilmuan dari King Abdul Aziz University (Arab Saudi) bekerja sama dengan para ilmuan barat dan manca negara telah melakukan penelitian ilmiah mengenai fenomena-fenomena alam yang diterangkan dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Salah satunya mengkaji mengenai Hadist Rasulallah SAW di atas.

Kajian ini antara lain dilakukan bersama dengan seorang orientalis, Profesor Alfred Kroner, seorang ahli ilmu bumi (geologi) terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany. Ketika ditanyakan kepada Prof. Korner oleh para Ilmuan King Abdul Aziz sebagaimana diterangkan dalam Islam dan Sains hal. 25-26 :

Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mengetahui bahwa dahulu kala jazirah/dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dan dipenuhi oleh sungai-sungai yang mengalir?..... Karena Prof Korner tidak beriman kepada Al-Quran dan Al-Hadist, ia menjawab dengan tuduhan bahwa bisa saja Nabi Muhammad SAW mengetahui hal tersebut dari kitab-kitab lama seperti Jabur,Tauret dan Injil yang sering menceritakan bahwa dulu di dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dengan banyaknya cerita tentang para pengembala ternak, cerita-cerita tentang kebun anggur dan cerita-cerita tentang pemilik perkebunan yang subur yang sering diceritakan dalam kitab-kitab tersebut. Atau bisa jadi Nabi Muhammad SAW menconteknya dari ilmuan-ilmuan dari Roma pada saat itu.

Menanggapi tuduhan Prof. Korner tersebut, Ilmuan King Abdul Aziz, menjawab OK, anda bisa saja menuduh seperti itu, tapi apakah keadaan dataran Arab yang subur dahulu kala itu bisa dibuktikan secara ilmiah pada masa Nabi Muhammad SAW hidup 1400 tahun yang lalu?.... Prof. Korner menjawab pada masa itu belum dapat dibuktikan, karena sains dan teknologinya tidak memungkinkan.

Apakah hal itu benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan secara ilmiah dengan teknologi canggih dewasa ini?... Prof. Korner menjawab ya!.. dahulu dataran Arab dipenuhi dengan kebun-kebun yang subur dan sunga-sungai yang mengalir, dan secara ilmiah keadaan tersebut dapat dibuktikan. Prof Korner menjelaskan bahwa dahulu selama Era Salju (Snow Age), kemudian Kutub Utara icebergs perlahan-lahan bergerak ke arah selatan sehingga relatif berdekatan dengan Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui juga bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai sebagai tanda datangnya hari kiamat, padahal pada masa itu 1400 tahun yang lalu teknologinya belum memungkinkan untuk mengetahui hal tersebut dan informasi tersebut satupun tidak diterangkan baik dalam kitab-kitab terdahulu maupun dalam penelitian ilmuan-ilmuan Roma?....... Prof. Korner menjawab dengn malu-malu, bahwa Nabi Muhammad SAW dapat mengetahui informasi itu pasti dari sesuatu yang mengetahui betul mengenai alam ini (cuma Prof. Korner mengelak untuk mengatakan secara terus terang bahwa sebenarnya informasi itu datangnya dari Tuhan, Allah SWT yang paling tahu tentang alam ini, karena Dia-lah yang telah menciptakan dan mengaturnya) .

Dan apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad SAW 1400 yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi?..... Prof Korner menjawab dengan tegas ya!... karena sebenarnya proses itu sekarang sedang terjadi. Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai, sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab. Hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan sains, dimana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.Dan sekarang terbukti bahwa salju telah beberapa kali turun di dataran Arab sebagaimana diberitakan TV Arab Saudi dan RCTI di atas.

Bagi umat Islam yang telah memahami ajaran Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulallah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat.Rasulallah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT.

Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulallah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist Rasulallh SAW: "Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai(HR Muslim) " Dari Hadist Rasulullah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat:

1. Informasi datangnya hari akhir / kiamat
2. Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumpur yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai dan
3. Nanti, dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.

Kejadian di atas merupakan salah satu bukti yang telah dijanjikan Allah SWT bahwa firman-Nya yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist adalah benar datang dari Tuhan pencipta alam semesta ini, yaitu Allah SWT. Sebagaiman firman Allah SWT : "Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi" (QS. Shad :87-88)

Wahai umat manusia di dunia, apalagi yang yang menghalagi kita untuk beriman bahwa: "Tiada Tuhan selaian Allah, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah"....... padahal kebenarannya telah terbukti?........ dan hari kiamat telah di depan mata???......Siapkan bekal menuju alam kubur, padang mahsyar & kampung akherat sekarang juga !!!!

Kiriman: Hendra Ernawan, Jakarta
Read more

Gerhana dalam Perspektif Ilmu Semiotika (Petanda)

Posted by Ding Muhammad | Tuesday, November 09, 2010 |

Oleh : Agus Junaedi. M.Ag.
(Penggiat Kajian Fiqhul Waqi)

Gerhana bulan atau matahari (khusuf/ kusuf) bukanlah kejadian yang dianggap aneh oleh manusia jaman sekarang. Namun khusus bagi umat Islam (kaum muslimin) , kejadian gerhana bulan maupun gerhana matahari ada beberapa perkara yang mesti dilakukan yang berhubungan dengan syari'at (ibadah), menurut sebagaian fuqaha (ahli hukum Islam) hukumnya sunah mu'akkad (lebih utama dilakukan), diantaranya ada syari'at shalat gerhana (khususf /kusuf) . Mengenai dasar hukum tentang beberapa syari'at yang mesti dilakukan oleh kaum muslimin pada saat terjadi gerhana itu, tidak disebutkan secara langsung dalam al-Qur'an, namun berdasarkan hadits-hadits yang shahih.

Banyak hadits yang menyebutkan tentang hal tersebut , dalam kajian ini, penulis hanya menyebutkan dua hadits yang yang bersumber dari ‘Aisyah r.a dan Abu Musa r.a berikut ini ;

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

( رواه البجاري : كتاب : الكسوف: الباب : الصدقة في الكسف :991)

" Sesungguhnya (gerhana) matahari serta (gerhana) bulan, merupakan dua "tanda" dari berbagai " tanda" dari Allah. Gerhana matahari atau bulan (kejadiannya) bukan diakibatkan meninggalnya seseorang atau kelahiran seseorang, kalaulah kalian mendapatkan gerhana, maka segeralah berdo'a kepada Allah, agungkanlah Dia (takbir), shalat, kemudian bersidekahlah. ( H.R. Bukhari, Kitab kusuf, bab sedekah ketika gerhana ,no. hadist 991)

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ خَسَفَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ فَأَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ رَأَيْتُهُ قَطُّ يَفْعَلُهُ وَقَالَ هَذِهِ الْآيَاتُ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

( رواه البجاري : كتاب : الكسوف : الباب : ذكر في الكسف : 1004)

Dari Abu Musa, dia berkata: " Saat terjadi gerhana matahari, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri (terlihat) khawatir terjadi kiamat. Beliau berangkat kemesjid, kemudian shalat gerhana, berdiri lama sekali, begitu juga saat ruku dan sujud yang belum pernah aku saksikan. Setelah selesai shalat gerhana Beliau bersabda, " tanda-tanda ini yang Allah kirim, kejadiannya (gerhana) bukan meninggalnya seseorang, atau lahirnya seseorang. Tetapi kejadian ini merupakan peringatan dari Allah untuk hamba-hamba-Nya. Maka tatkala kalian menyaksikan gerhana walaupun sedikit, bersegeralah, dzikir kepada-Nya, berdo'a, serta minta ampunan. ( H.R. Bukhari, Kitab gerhana, bab Dzikir ketika gerhana ,no. hadist 1004 )

Dari dua hadits tersebut, ada frasa hadits "آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ " penulis memberikan terjemah terhadap frasa itu dengan " dua tanda dari tanda-tanda Allah ". Kata "آيَاة " merupakan lafadz musytarak (memiliki banyak arti) diantaranya ; tanda, petunjuk, bukti, pengajaran, urusan yang besar, mukjizat, kumpulan manusia . Oleh karenanya kata "آيَاة " diberi arti " tanda" (lambang). Gerhana merupakan tanda (kode/lambang) dari Allah buat manusia. Oleh karenanya kejadian gerhana dapat dilihat maksudnya dengan pendekatan ilmu petanda (semiotika).

Semiotika adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang tanda serta segala hal yang terkait dengan tanda itu sendiri seperti; kegunaan, hubungan dengan tanda-tanda lain, pengirim tanda serta penerima tanda. Kalau kajian tanda menyangkut penggolongan tanda, ,hubungan dengan tanda-tanda lain, serta dengan cara penggunaanya, dikaji dalam sintaksis semiotik. Sedangkan jika kajian lebih di titik beratkan pada hubungan tanda dengan yang diacunya (petunjuk) serta maksud tanda, dikaji dalam semantic semiotik. Sedangkan jika tanda dikaji secara mendalam mengenai hubungan tanda antara yang mengirim dan yang menerima, dikaji dalam pragmatic semiotik.

Dilihat dari kegunaan tanda, sekurang-kurangnya ada dua guna;

1. Sebagai informatif seperti, air mendidik memberikan informasi bahwa air sangat panas, besi dibakar sampai membara memberikan informasi bahwa api sangat panas, ayam berkokok sebagai informasi subuh tiba, kumis sebagai informatif tentang kelaki-lakian dll.
2. sebagai alat komunikasi antara pengirim dan penerima seperti, mengangukkan dagu tanda setuju, melambaikan tangan tanda untuk segera menghampiri, tekenan (tanda tangan) tanda setuju, dll.

Kalaulah gerhana dikaitkan dengan teori diatas, maka gerhana memiliki dua guna;

1. gerhana merupakan informatif bagi manusia yang meihat dan mengalami gerhana
2. gerhana sebagai alat komunikasi, antara Allah sebagai pengirim tanda disatu sisi dan sisi manusia sebagai penerima tanda.

Dari dua teori ini, maka gerhana menjadi sesuatu bahan pemikiran;,

1. Informasi apa yang mesti diketahui oleh manusia dari kejadian gerhana itu ?
2. Pesan apa yang mesti diketahui manusia ketika mengalami gerhana ?

Untuk menjawab pertanyaan yang pertama, bisa digali hadits riwayat Abu Musa, pada kalimat " فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ " Nabi berdiri khawatir terjadi kiamat". Dari teks ini, mengisyaratkan bahwa Nabi mengetahui sesungguhnya gerhana adalah merupakan salah satu dari sekian tanda kiamat, atau akan adanya bencana atau huru-hara besar, perkara ini dikuatkan oleh teori fisika moderen mengenai gaya tarik antar planet. Kalau planet-planet atau benda-benda angkasa ada pada posisi sajajar bisa mengakibatkan gaya tarik antar planet labil, yang besar kemungkinan benda-benda angkasa yang ukurannya lebih kecil akan tertarik kepada benda angkasa yang lebih besar, yang bisa jadi akan adanya bencara besar kalau sudah sejalan dengan kehendak Allah, maka inilah yang disebut dengan disebut kiamat kubra, atawa sekurang-kurangnya pada beberapa tempat akan terjadi bencana, kerusuhan, huru-hara atau sejenisnya, misalnya ada angin topan, badai dilaut dan lain-lain,. Hal ini juga terungkap pada teks

" لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ,

Kedua bisa dilihat pada kaهfiyat shalat husuf yang tidak biasa sebagaimana pada shalat umumnya yakni adanya dua ruku dalam satu yang menjadi tanda segera untuk mempercepat shalat sebelum kiamat datang atau sebagai shalat terahir (salat wada).

Pertanyaan kedua, pesan apa yang terdapat dalam gerhana, hal ini pun dapat dikaji dari hadits diatas ;

1. kalimat " ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا "
2. frasa " وَتَصَدَّقُوا "
3. frasa " وَاسْتِغْفَارِهِ "

Tiga hal ditampilkan dalam bentuk kata kerja (verb) " fi'il", namun demikian jika dikaitkan dengan teori diatas, kata kerja itu sesungguhnya menunjukan keterangan waktu, singkatnya ;

1. Ketika terjadi gerhana ia merupakan "waktu mustajab buat berdo'a" saatun mustajabun lidu'a"
2. Ketika gerhana terjadi ia merupakan "waktu yang paling baik buat bersidekah" sa'atun khoerun lishodaqah"
3. Ketika gerhana terjadi merupakan "waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah yang akan mengampuni dosa-dosanya " "sa'atun aqrabu 'abdu warabuhu"

Singkatnya tiga perkara inilah yang jarang dimanfaatkan oleh manusia secara umum terkhusus umat islam sehingga setan dengan mudah membuat makar dengan mengajarkan mitos-mitos tentang gerhana, akibatnya dikalangan umat islam banyak yang tidak peduli terhadap kejadian gerhana alih-alih mereka berpegang kepada pendapat para fuqoha bahwa shalat gerhana hukumnya sunat (dikerjakan mendapat pahala, ditinggalkan tidak berdosa) . inilah yang disinyalir oleh Allah dalam satu firman-Nya ;

وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

ٍsesungguhnya kebanyakan manusia lalai terhadap tanda-tanda dari Kami.(Yunus :92)

Singkatnya gerhana dilihat dari perspektif ilmu semiotika adalah;

1. Gerhana merupakan salah satu tanda dari tanda-tanda akan datangnya bencana besar atau kiamat, kerusuhan, huru-hara;
2. Pesan yang dibawa gerhana adalah ;

Saatun mustajabun lidu'a ( waktu yang dekat terkabulnya do'a)
Saatun khairaun lishodaqah (waktu yang paling baik untuk bersidekah)
Saatun aqrabu baina abdun wa rabuhu (waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Khaliknya) atau waktu yang paling baik dalam bertaubat

Oleh karena wahai kaum muslimin janganlah kita lalai pada peristiwa-peristiwa gerhana.
Wallahu'alam !!!!

Hadits riwayat A'isyah ini relatif panjang,, penulis hanya mencatat sebagian dari matannya, sebab tentang kaifiyat gerhana dalam matan hadits tersebut, tidak akan dibahas.
Daud al-Aththar, Ilmu Al-Qur'an (Bandung. Pustaka Hidayah, 1994) , kaca 176.
Muhammad Amin Summa, Studi Ilmu-Ilmu al-Qur'an (1) ( Jakarta. Pustaka Firdaus, 2000), kaca 68.
Read more

Manusia Akan Mencari Penghasilan dari Jalan yang Diharamkan

Posted by Ding Muhammad | Tuesday, November 09, 2010 |

Abdur Rahman Al-Wasithi
Dari: 100 Hadits Tentang Nubuat Akhir Zaman
Az-Zahra Mediatama
Hal. 102-108

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: "Benar-benar akan datang kepada manusia suatu masa, pada saat itu orang tidak lagi mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta kekayaan, apakah dari jalan yang halal ataukah jalan yang haram. "1)

Musibah, bencana alam, keserakahan manusia, gaya hidup hedonis yang tamak dan rakus, semuanya merupakan pemicu munculnya ketidakseimbangan, baik pada alam maupun secara sosial. Dari sudut pandang sunnatullah, semua itu merupakan bentuk ujian yang Allah berikan kepada setiap manusia. Namun, dari sudut pandang human's behaviour (perilaku manusia), maka semua musibah itu adalah akibat tingkah laku mereka.

Semua bencana itu akan berimbas pada problem kemanusiaan. Ekonomi merosot, persediaan pangan terancam, lahan pekerjaan menjadi sempit, sementara kebutuhan manusia terus berjalan dan cenderung melonjak, baik karena faktor pertambahan penduduk maupun berubah gaya hidup manusia yang cenderung materialistik.

Dalam kondisi seperti itu, sering kali manusia menjadi gelap mata manakala kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Perut yang lapar dan tuntuan hidup orang-orang yang ditanggungnya (anak dan istri), mau tidak mau akan memaksa mereka untuk menempuh jalan yang mungkin saja berujung pada sikap menghalalkan segala cara; yang terpenting perut bisa diganjal, anak dan istri tidak lagi menangis kelaparan dan kebutuhannya terpenuhi.

Inilah kondisi di mana hari ini kita hidup. Faktor kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin tidak dipungkiri menjadi pemicu lahirnya keinginan manusia untuk mencari keadilan dengan cara-cara haram.

gambar: topics.ibnlive.com

Orang-orang kaya yang hobi pamer kekayaan dan sering menjual gaya hidupnya kepada orang-orang miskin, 'telah menambah dorongan mereka untuk melakukan apapun asal mereka bisa menikmati seperti yang selama ini mereka tonton. Maka, betapa tepatnya kondisi saat ini dengan apa yang dinubuwatkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam riwayat di atas.

Rezki Allah itu sangat luas

Pameo klasik yang mengatakan bahwa 'mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal' jelas merupakan sebuah alasan yang klise dan absurd, meski realitanya demikian. Sesungguhnya mata pencaharian itu sangat banyak ragamnya. Selama ia merupakan sesuatu yang halal, baik, dan tidak melanggar ketentuan syariat, maka ia adalah pekerjaan yang diberkahi. Seorang muslim boleh melakukannya. Apabila pekerjaan tersebut berupa sebuah kemaksiatan, kemungkaran, kezaliman, kecurangan, penipuan, atau pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan umum syariat, maka ia adalah pekerjaan yang haram, meskipun menghasilkan harta kekayaan dalam jumlah yang banyak. Seorang muslim wajib menjauhi dan meninggalkannya.

Hindari pekerjaan-pekerjaan ini:

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah memperingatkan umatnya untuk mewaspadai pekerjaan-pekerjaan yang haram ini. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satu tanda rusaknya akhlak umat manusia dengan ketidakpedulian mereka terhadap cara mencari harta kekayaan. Di antara mata pencaharian yang dilarang adalah:

a. Pekerjaan yang berupa kesyirikan dan sihir, seperti perdukunan, paranormal, 'orang pintar', peramal nasib, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.

b. Pekerjaan yang berupa sarana-sarana menuju kesyirikan, seperti menjadi juru kunci makam, membuat patung, melukis gambar makhluk yang bernyawa, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.

c. Memperjual belikan hal-hal yang diharamkan oleh syariat, seperti bangkai, babi, darah, anjing, patung, lukisan makhluk yang bernyawa, minuman keras, narkotika, dan lain sebagainya.

Dari Abu Mas'ud al-Anshari ra bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melarang harta dari harga penjualan anjing, upah wanita pezinaan, dan upah seorang dukun. 2)

Dari Abu Juhaifah ra ia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah melarang harta hasil penjualan darah, penjualan anjing, upah budak perempuan yang dipekerjakan untuk berzina (upah mucikari). Beliau melaknat perempuan yang membuat tato, perempuan yang meminta ditato, orang yang memakan harta riba, orang yang memberikan riba, dan orang yang membuat patung."3)

Dari Jabir bin Abdillah ra bahwasanya ia telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda di Mekah pada tahun penaklukkan Mekah: "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan penjualan khamer, bangkai, babi, dan patung." Maka ada seseorang bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang menjual lemak bangkai, karena ia bisa digunakan untuk mengecat perahu, meminyaki kulit, dan orang-orang biasa mempergunakannya untuk minyak lampu penerangan?" Maka beliau menjawab: "Tidak boleh menjualnya, ia tetap haram."

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam lantas bersabda: "Semoga Allah memerangi kaum Yahudi. Ketika Allah mengharamkan atas mereka lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjualnya dan memakan harganya."4)

Dari 'Aisyah radiyalaahu 'anhuma ia berkata: "Ketika diturunkan ayat-ayat di akhir-akhir surat Al-Baqarah tentang riba (ayat 275 dst) , Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam keluar ke masjid dan membacakannya kepada masyarakat. Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kemudian mengharamkan perdagangan khamer, minuman keras.5)

d. Memakan harta riba.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah riba yang masih ada pada diri kalian, jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian tidak mau melakukannya, maka terimalah pengumuuman perang dari Allah dan Rasul-Nya. " (QS Al-Baqarah [2] :278-279).

e. Menimbun bahan-bahan perdagangan di saat harganya murah dan dibutuhkan oleh masyarakat dengan tujuan meraih keuntungan yang berlipat ganda pada saat harganya melambung tinggi. Dari Ma' mar bin Abdullah al-Anshari ra dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

"Barang siapa menimbun, ia telah berbuat salah." Dalam lafal yang lain: Tidak ada orang yang melakukan penimbunan selain orang yang berbuat salah. "6)

Dari Umar bin Khathab ra , ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa menimbun bahan makanan yang dibutuhkan oleh kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menimpakan penyakit lepra dan kebangkrutan kepadanya. "7)

f. Perjudian.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer (minuman keras), perjudian, berkurban untuk berhala-berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah oleh kalian perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian mendapatkan keberuntungan.

Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan melakukan perjudian dan menghalang-halangi {melalaikan} kalian dari dzikir kepada Allah dan dari shalat. Maka mengapa kalian tidak mau berhenti? (QS Al-Maidah [5]: 90-91).

g. Memakan harta anak yatim secara dzalim.

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS An-Nisa' [4): 10).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kalian. (QS An-Nisa' [4]: 29).

i. Mencuri, mencopet, menjambret, dan merampok.

Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah (pergelangan) tangan-tangan mereka sebagai hukuman dari Allah atas kejahatan mereka. (QS Al-Maidah [5]: 38).

j. Mengurangi timbangan dan takaran.

Kecelakaan bagi orang-orang yang melakukan kecurangan dalam timbangan, yaitu kalau menakar milik orang lain untuk dirinya, ia meminta disempurnakan. Namun, apabila mereka menakar barang dagangan mereka untuk orang lain, ia merugikan orang lain (dengan mengurangi takaran). (QS Al-Muthaffifin: 1-3).

k. Korupsi dan penipuan terhadap rakyat.

Dari Ma'qil bin Yasar ra ia berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah bersabda: "Tidak ada seorang hamba pun yang diberi amanat oleh Allah untuk menjadi pemimpin sebuah masyarakat lalu ia tidak memimpin mereka dengan ketulusan (kejujuran), kecuali ia tidak akan mendapatkan bau surga." Dalam lafal Muslim: "... kecuali Allah mengharamkan surga atasnya. "8)

l. Menunda-nunda pembayaran gaji buruh dan karyawan atau mengurangi hak-hak mereka.

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: "Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman 'Ada tiga golongan yang Aku menjadi musuh mereka; orang yang memberikan sumpah setia dengan menyebut nama-Ku lalu ia mengkhianati, orang yang menjual orang merdeka lalu ia memakan hasil penjualannya, dan orang yang mempekerjakan seorang buruh lalu si buruh menuntaskan pekerjaannya sementara ia tidak mau membayarkan upahnya."9)

1. HR. Bukhari : Kitab al-buyu' bab man lam yubali min haitsu kasaba al-mal no. 2059 bab qauluhu ta'ala Ali Imran : 130 no. 2083, An-Nasa'i dan Ahmad. '
2. HR. Bukhari : Kitab al-buyu' bab tsaman al-kalb no. 2237,.
3. HR. Bukhari : Kitab al-buyu' bab mukil al-riba no. 2086, bab tsaman al-kalb no. 2238.
4. HR. Bukhari : Kitab al-buyu' bab bai'i al-maitah wa al-ashnam no. 2236" 90 HR. Bukhari : Kitab al-shalat bab tahrim tijarat al-khamr fi al-masjid no. 459.
5. HR. Muslim: Kitab al-musaqat bab tahrim alihtikar fi al-aqwat no. 1605,.
6. HR. Ibnu Majah : Kitab al-tijarah bab al-hukrah wa al-jalb no. 2155. AI-Hafizh Ibnu Hajar berkata: sanadnya hasan.
7. HR. Bukhari : Kitab al-ahkam bab man ustur'iya ra'iyah falam yanshah lahum no. 7150 Muslim: Kitab al-imarah bab fadhilat al-imam al-'adil wa 'uqubat al-jaair no. 1831. ' .
8. HR. Bukhari: Kitab al-buyu' bab itsm man ba'a hurran no. 2227,.
Read more